SELAMAT DATANG DI BLOG COFFEE SHOP ALHIKAM HENDI SELAMAT MENIKMATI KOPI RACIK BUMBU ARAB CAP BABA KUMIS

KRBA ( Kopi Racik Bumbu Arab )


KRBA ☆KOPI RACIK BUMBU ARAB☆
KRBA adalah sebuah kopi herbal terdiri
•Biji kopi Ulle kareng
•Jahe
•Jintan hitam
•Maca
•Tribulus
•Purwoceng
•Kapulaga dan ada 3 komponen Herbal yg saya rahasiakan.
KRBA adalah minuman kopi yang sehat sebab KRBA tdk ada bahan pengawet atau bahan kimia.
KRBA sudah mendapatkan Ijin Dinkes di bawah naungan BPOM semarang, LPPOM MUI tentang ke halalannya, dan Ijin BKO ( Bahan Kimia dan Obat) dari Lab. Saraswanti Indogenetik Bogor.
♡ KRBA adalah Satu-satunya Kopi Herbal yang memiliki hasil Uji bebas BKO ♡
Kenapa KRBA harganya mahal 155 rb ???
Anda bisa cek bahan rempah yang saya sebutkan tadi harganya cukup mahal.
KRBA bukan Obat.
kenapa saya sebutkan KRBA bukan obat, karena KRBA tdk ada efek sampingnya dan kandungan kafeinnya hanya 0,40%.
Jika ada yg sembuh dengan KRBA, itu bukan dari KRBA tapi semua itu atas ijin Allah.

KATA NGOPI


 


ARABICA VS ROBUSTA

 
Arabica dan Robusta adalah dua spesies kopi yang berbeda. Perbedaan umum terletak pada rasa, kondisi di mana dua spesies itu tumbuh, dan perbedaan ekonomis.

Soal rasa, Arabica memiliki variasi rasa yang lebih beragam, dari rasa manis dan lembut hingga rasa kuat dan tajam. Sebelum disangrai, aromanya seperti blueberry, setelah disangrai, biji kopi Arabica beraroma buah-buahan dan manis, sedangkan Robusta memiliki variasi rasa netral sampai tajam dan sering dianggap memiliki rasa seperti gandum. Biji kopi robusta sebelum disangrai beraroma kacang-kacangan. Sayangnya jarang terdapat robusta berkualitas tinggi di pasaran. Selain perbedaan harga biji kopi Arabica yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga biji kopi Robusta, mari kita telusuri kedua jenis kopi ini:

Kopi Arabica.
Kopi arabika (Coffea arabica) tumbuh di daerah dengan ketinggian 700-1700 mdpl, suhu 16-20 °C, beriklim kering tiga bulan secara berturut-turut. Kopi arabika peka terhadap penyakit karat daun Hemileia vastatrix (HV), terutama bila ditanam di daerah dengan elevasi kurang dari 700 mdpl.
Kopi yang berasal dari Brasil dan Etiopia ini menguasai 70% pasar kopi dunia. Kopi arabika memiliki banyak varietas, tergantung negara, iklim, dan tanah tempat kopi ditanam. Kita bisa menemukan kopi toraja, mandailing, kolumbia, brasilia, dan lain sebagainya. Antara kopi arabika yang satu dan yang lain punya perbedaan rasa.
Berikut ciri-ciri kopi arabika:
Aromanya wangi sedap mirip percampuran bunga dan buah. Hidup di daerah yang sejuk dan dingin.
Memiliki rasa asam yang tidak dimiliki oleh kopi jenis robusta.
Memiliki bodi atau rasa kental saat disesap di mulut.
Rasa kopi arabika lebih mild atau halus.
Kopi arabika juga terkenal pahit.
Ciri-ciri Pohon Arabica:
Lebih susah dipelihara.
Cenderung tumbuh di daratan tinggi (1000m – 2000m).
Jumlah biji kopi yang dihasilkan lebih rendah.
Butuh waktu 9 bulan untuk proses bunga -> buah.
Berbuah di suhu yang lebih dingin

Kopi Robusta.
Kopi Robusta merupakan keturunan beberapa spesies kopi, terutama Coffea canephora. Tumbuh baik di ketinggian 400-700 m dpl, temperatur 21-24° C dengan bulan kering 3-4 bulan secara berturut-turut dan 3-4 kali hujan kiriman. Kualitas buah lebih rendah dari Arabika dan Liberika.
Menguasai 30% pasar dunia. Kopi ini tersebar di luar Kolumbia, seperti di Indonesia dan Filipina. Sama seperti arabika, kondisi tanah, iklim, dan proses pengemasan kopi ini akan berbeda untuk setiap negara dan menghasilkan rasa yang sedikit banyak juga berbeda.
Berikut Ciri-ciri kopi robusta:
Memiliki rasa yang lebih seperti cokelat.
Bau yang dihasilkan khas dan manis.
Warnanya bervariasi sesuai dengan cara pengolahan.
Memiliki tekstur yang lebih kasar dari arabika.
Ciri – ciri Pohon Robusta :
Lebih rentan diserang serangga.
Tumbuh di daratan rendah (700 m dpl).
Jumlah biji kopi yang dihasilkan lebih tinggi.
Butuh waktu 10-11 bulan untuk proses bunga -> buah.
Berbuah di suhu udara yang lebih hangat.

FAKTA UNIK KOPI

 Buah dengan biji keras ini memang memiliki segudang keunikan. Sebagai salah satu sumber daya alam, kopi tidak pernah habis untuk dibicarakan. Mulai dari fakta – fakta, kandungan gizi, manfaat dan bahaya, serta efek non medis bagi para penggemarnya.


Sebagian orang menganggap bahwa kopi adalah bagian dari gaya hidup. Mereka bisa saja menilai status sosial orang lain hanya dari kopi apa yang diminum, dimana mereka minum dan berapa harga satu porsinya.


Berikut adalah beberapa fakta unik seputar kopi yang diambil dari berbagai sumber.


KOPI KEHIDUPAN

Suatu hari, sebuah kelompok alumni universitas yang terdiri dari para sarjana sukses, berkumpul bersama untuk mengadakan acara reuni dengan mantan profesor mereka. Acara yang diadakan di kediaman sang profesor tersebut dihiasi hiruk pikuk dan canda tawa hingga tanpa mereka sadari pembicaraan berubah menjadi ajang curhat berisi keluh-kesah, stres dan kerasnya kehidupan. 

INDONESIA DALAM SECANGKIR KOPI

Bukan sebuah kebetulan bila kolonial Belanda mengintroduksi tanaman kopi ke bumi Nusantara. Tentu juga bukan sebuah kebetulan bila rakyat atau petani kecil mengikuti jejak kaum kolonial menanam kopi di pekarangan rumah ataupun di ladang-ladang mereka.

Pernyataan menggelitik itu tertera disampul belakang buku yang berjudul

PERDAMAIAN DALAM SECANGKIR KOPI


Kopi sebagai medium untuk menjalin persaudaraan sekaligus mengakhiri perselisihan.
Seorang kawan—dia seorang Batak—pernah bercerita tentang adat istiadat di tempatnya. Menurutnya, jika ada dua orang lelaki yang sedang bertengkar dan kau ingin mengidentifikasi apakah keduanya masih melanjutkan perselisihan atau sudah berdamai, coba tanya: apakah dua orang tersebut sudah berada di satu meja sembari minum tuak.
Kalau jawabannya adalah iya, dapat dipastikan bahwa pertikaian telah 


“INI KOPI PALING ENAK!”


Pernyataan itu keluar dari bibir “aku” untuk mengomentari menu baru yang diracik Ben. “Aku”, yang kemudian diketahui bernama Jody, beserta Ben ialah dua sahabat yang mengelola kedai kopi yang hadir dalam cerpen Filosofi Kopi yang ditulis Dewi Lestari (Dee).

SEBUAH CERITA DARI FILM TENTANG KOPI



"Orang yang mencintai kopi, akan tetap mencintai kopi, apapun kualitasnya. Berbicara soal kopi, adalah berbicara mengenai manusia. Dan manusia itu adalah yang sangat menarik buatku".
(Brandon Loper, sutradara A Film About Coffee)

Demi menonton film A Film About Coffee (selanjutnya saya sebut sebagai A Film), saya rela menembus kemacetan Jakarta di akhir pekan. Biasanya saya hanya akan diam di rumah, membaca buku, dan menikmati istirahat sehari penuh. Maklum, jadi buruh di kota kejam macam Jakarta harus pandai-pandai mencari waktu untuk rehat. Agar tak mati konyol didera lelah.

Namun film dokumenter panjang pertama dari sutradara Brandon Loper ini berhasil menarik saya dari kasur. Mandi. Dan membelah jalanan Jakarta. Apalagi ada iming-iming bahwa A Film ini hanya diputar terbatas, dan Jakarta adalah kota pertama di Asia yang memutarkan film ini.

Pemutaran A Film merupakan salah satu rangkaian acara dari helatan A Festival About Coffee yang diadakan di sebuah mal di Jakarta Selatan. Acara

PERCAKAPAN DI WARUNG KOPI


Di suatu senja, ketika hujan turun di bulan Januari. Coffee Freak: “ Beughh ini kopi pahit banget” Coffee Lover: ” Kalo pahit tambah gula lah, gitu aja kok repot” Coffee Freak: ” Beughh, Justru pahitnya kopi yang bikin nikmat” Coffee Lover: ” owhh I see” Coffee Freak: ” Btw banyak orang yang meng-gilai pahitnya kopi, bahkan beberapa orang “suci” mengharamkan gula dalam cangkir kopinya, tapi kok ngak ada yang mau merasakan pahitnya kehidupan.” Coffee Lover: ” Hemm , soal nya pahitnya kehidupan gak bisa diminum, haha, kalau kopi kan di minum, rasa pahitnya pun hilang setelah kita telan. Hemm mungkin pahit nya kehidupan juga harus kita resapi seperti kita minum kopi ya” Coffee Freak: ” Owhh I see”

KELUHAN AKIBAT NGOPI BIASA


Saya coba mengingat rekaman yg ada di memori ingatan saya mengenai keluhan-keluhan yang pernah dialami  kebanyakan orang ketika meminum kopi diantaranya :

CANDA KOPI

 
 
 
 

Kalau bacanya dah slesai.........YUUK NGOPI....... 
Ngopinya KOPI RACIK BUMBU ARAB.......

Sudah banyak orang2 yang minum kopi ini merasakan manfaatnya.

Kopi Racik Bumbu Arab (KRBA) memberikan bukti khasiatnya bukan janji.

Jadikan kebiasaan ngopi anda dalam bekerja pagi,siang dan malam atau lagi santai dengan ngopi yang bermanfaat buat kesehatan badan anda. 

Pesan langsung di Coffee Shop Alhikam Hendi

FILOSOFI KOPI


Ada sebuah filosofi tentang secangkir kopi pahit. Konon dari jenis cangkir apapun, semisal dari cangkir murahan dan bulukan sampai pada cangkir mewah yang mahal, tak akan mengubah rasa kopi. Terlebih lagi apabila kopi itu disajikan dengan penuh cinta kasih dan rasa keakraban, maka rasa pekatnya yang sudah tidak asing lagi di lidah bersama harum aromanya di hidung akan membuat para penikmatnya terbuai dalam ritme irama kebersamaan.

SEPERTI KOPI YANG SARAT FILOSOFI


Efek kopi tidak pernah mati selalu memberikan inspirasi walau bukan sebagai penikmat kopi. Ada filosifi dalam segelas kopi. Warna yang pekat penuh keakraban dan juga mengakrabkan. Tidak ada orang yang tidak mengenal kopi. Sangat akrab dengan semua orang tidak memandang tataran sosial. Seolah kopi itu label kebersamaan. Kopi mengahadirkan keakraban, mendekatkan ide, menjauhkan penyakit.

Kehidupan ibarat air yang mendidih karena selalu bergejolak dari meredam amarah sampai semangat yang menggelora.